Arsip untuk ‘KISAH’ Kategori

Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Dua Syarat Meraih Keberkahan

Oleh
Ustadz Muhammad Arifin Badri

MAKNA KEBERKAHAN
Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya?

Apakah keberkahan itu hanya terwujud jamuan makanan yang kita bawa pulang saat kenduri? Atau apakah keberkahan itu hanya milik para kiyai, tukang ramal, atau para juru kunci kuburan, sehingga bila salah seorang memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-citanya tercapai?

Bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa Arab maupun melalui dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan mendapatkan bahwa kata al-barakah memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung. Secara ilmu bahasa, al-barakah, berarti berkembang, bertambah dan kebahagian [1]. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Asal makna keberkahan, ialah kebaikan yang banyak dan abadi” [2]
Baca selebihnya »

Kitab Zuhud Dan Kelembutan Hati

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sungguhnya ada tiga orang Bani Isra’il, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku’. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi?’ Orang itu menjawab: Unta’. Atau: Ia menjawab: Sapi’. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu’. Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Orang itu berkata: ‘Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku’. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: ‘Harta apa yang paling kamu senangi?’ ia menjawab: ‘Sapi’. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata:Semoga Allah memberkahinya untukmu’. Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia’. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai?’ Ia menjawab: ‘Kambing’. Maka ia diberi kambing yang beranak. 

Baca selebihnya »

Kisah Hidhir ‘alaihissalam dan Nabi Musa ‘alaihissalam

Kisah ini berkaitan dengan Nabi Musa ‘alaihissalam yang ketika itu memiliki kedudukan yang agung di kalangan Bani Israil, dimana ia mengajari mereka sejumlah ilmu dan masyarakat pun merasa kagum dengan kesempurnaan ilmunya.

Pada suatu hari seseorang bertanya kepadanya: “Wahai nabi Allah, apakah ada atau engkau mengetahui seseorang di bumi ini yang lebih pintar darimu?”
Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab, “Tidak ada.”
-…Baca selanjutnya>

Matahari Ditahan Terbenam Untuknya Karena Jihadnya di Jalan Allah

oleh : Syaikh Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi

Setelah Nabi Musa `alaihis salam wafat, Nabi Yusya’ bin Nun `alaihis salam membawa Bani Israil ke luar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica.

Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyai pagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi-tinggi serta berpenduduk padat. Nabi Yusya’ dan Bani Israil yang bersamanya, mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya. Suatu hari, mereka bersepakat untuk menyerbu ke dalam. Diiringi dengan suara terompet dan pekikan takbir, dan dengan satu semangat yang kuat, mereka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota, kemudian memasukinya.
…Baca selanjutnya

Ia Tinggalkan Nyanyian, Maka Allah Menggantikannya Dengan Hidayah dan Iman

oleh : Syaikh Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi

Negara-negara kafir pada umumnya, baik Barat maupun Timur hidup dalam kesengsaraan. Ya, demi Allah, itulah kenyataan mereka. Sebab hati yang merupakan raja anggota badan adalah asal-muasal kebahagiaan dan kenikmatan serta siksa dan kesengsaraan.

Jangan terkecoh dengan kenikmatan mereka. Memang, jasad mereka berada di Surga, tetapi hati mereka di Neraka. Inilah kenyataan yang ada!

Karena itu, orang kafir selalu hidup dalam kesempitan dan kesusahan. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan mereka pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”(QS. Thaha: 124)
-….Baca selanjutnya>

Sa’id Bin Jubair Dan al-Hajjaj (Kisah Seorang ‘Alim Pemberani Dan Penguasa Kejam)

‘Aun bin Abi Syidad berkata, “Aku mendengar berita bahwa setelah kabar Said bin Jubair sampai ke telinga al-Hajjaj bin Yusuf, Ia mengutus seorang komandan dari penduduk Syam disertai 20 orang pengawal untuk menangkap Said.

Ketika mereka mencarinya tiba-tiba bertemu dengan seorang pendeta yang tinggal di sebuah biara. Mereka menanyakan keberadaan Said kepada pendeta tersebut. Pendeta meminta, ‘Coba kalian sebutkan identitas orang itu!’ Setelah disebutkan ciri-cirinya, pendeta memberitahu alamat rumah orang yang dicari.
-…Baca selanjutnya>