Arsip untuk ‘AKHLAQ’ Kategori

Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Dua Syarat Meraih Keberkahan

Oleh
Ustadz Muhammad Arifin Badri

MAKNA KEBERKAHAN
Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya?

Apakah keberkahan itu hanya terwujud jamuan makanan yang kita bawa pulang saat kenduri? Atau apakah keberkahan itu hanya milik para kiyai, tukang ramal, atau para juru kunci kuburan, sehingga bila salah seorang memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-citanya tercapai?

Bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa Arab maupun melalui dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan mendapatkan bahwa kata al-barakah memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung. Secara ilmu bahasa, al-barakah, berarti berkembang, bertambah dan kebahagian [1]. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Asal makna keberkahan, ialah kebaikan yang banyak dan abadi” [2]
Baca selebihnya »

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan

Oleh
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr

Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]

Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”
Baca selebihnya »

Kitab Zuhud Dan Kelembutan Hati

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sungguhnya ada tiga orang Bani Isra’il, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku’. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi?’ Orang itu menjawab: Unta’. Atau: Ia menjawab: Sapi’. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu’. Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Orang itu berkata: ‘Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku’. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: ‘Harta apa yang paling kamu senangi?’ ia menjawab: ‘Sapi’. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata:Semoga Allah memberkahinya untukmu’. Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai?’ Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia’. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai?’ Ia menjawab: ‘Kambing’. Maka ia diberi kambing yang beranak. 

Baca selebihnya »

Kisah Hidhir ‘alaihissalam dan Nabi Musa ‘alaihissalam

Kisah ini berkaitan dengan Nabi Musa ‘alaihissalam yang ketika itu memiliki kedudukan yang agung di kalangan Bani Israil, dimana ia mengajari mereka sejumlah ilmu dan masyarakat pun merasa kagum dengan kesempurnaan ilmunya.

Pada suatu hari seseorang bertanya kepadanya: “Wahai nabi Allah, apakah ada atau engkau mengetahui seseorang di bumi ini yang lebih pintar darimu?”
Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab, “Tidak ada.”
-…Baca selanjutnya>

Sa’id Bin Jubair Dan al-Hajjaj (Kisah Seorang ‘Alim Pemberani Dan Penguasa Kejam)

‘Aun bin Abi Syidad berkata, “Aku mendengar berita bahwa setelah kabar Said bin Jubair sampai ke telinga al-Hajjaj bin Yusuf, Ia mengutus seorang komandan dari penduduk Syam disertai 20 orang pengawal untuk menangkap Said.

Ketika mereka mencarinya tiba-tiba bertemu dengan seorang pendeta yang tinggal di sebuah biara. Mereka menanyakan keberadaan Said kepada pendeta tersebut. Pendeta meminta, ‘Coba kalian sebutkan identitas orang itu!’ Setelah disebutkan ciri-cirinya, pendeta memberitahu alamat rumah orang yang dicari.
-…Baca selanjutnya>

Bersihnya Hati Dan Mulut Mereka Terhadap Para Sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bersihnya hati dan mulut mereka terhadap para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana hal ini telah digambarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika mengkisahkan Muhajirin dan Anshar dan pujian-pujian terhadap mereka. “Artinya : Dan orang-orang yang datang sesudah mereka mengatakan : Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-suadara kami yang telah mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang yang beriman : Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“. [Al-Hasyr : 10].
- …Selanjutnya>