Kumpulan Syair dan Pepatah Arab

“Mohon maaf, kalau postingan yang ini bukan dari catatan saya, cuma mengutip dari sumber lain” 

Jangan berbicara tanpa ‘ilmu / tanpa dalil ::

إذا ما الأصل ألفي غير زاك فما تزكو مدى الدهر الفروع

Apabila pondasi (akar)nya tidak kuat

Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa

 

وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــ النص فهي على السفاه دليل

Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi

Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil

 

الدعاوى ما لم تقيم عليهابيناتابناءها ادعياء

Para pendakwa yang tidak menopang dakwaannya dengan argumentasi

Maka dia hanyalah para pendakwa belaka

 


Memaksa ::

إذالم يكن إلا الأسنة مركب  *   فماحيلة المضطر إلا ر كوبها

Apabila tidak ada yang lain melainkan hanya tombak untuk dikendarai

Maka tidak ada jalan lain bagi yang terpaksa kecuali menaikinya.

 

Bodoh ::

أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ

Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka

Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan

 

يقولون قولا لم يفهموها وإذا قيل لهم حققوا لم يحققوا

Mereka berucap suatu ucapan yang mereka sendiri tidak memahaminya

Dan bila dikatakan: buktikanlah maka mereka tidak mampu membuktikannya

 

Saat selesai menulis ::

كتبت وقد أيقنت يوم كتابتي بأن يدي تفنى ويبقى كتابه

واعلم أن الله لا بد سائلي فيا ليت شعري ما يكون جوابه

Ketika saya menulis saya yakin

Bahwa tanganku akan binasa sedang tulisanku kekal

Dan saya tahu bahwa Alloh pasti akan menanyaiku

Aduhai, apakah nanti jawabnya

 

Curang / standard ganda ::

أحرام على بلابله الوح حلال للطير من كل جنس

Apakah pohon besar itu haram bagi burung bulbul

Tetapi halal bagi burung jenis lainnya

 

Jangan mencari masalah ::

إن كان بيتك من الزجاجة

فلا ترم بيوت الناس بالهجارة

Bila rumahmu terbuat dari kaca

Maka jangan lempari rumah orang lain dengan batu

 

Jika selalu salah faham ::

و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم

Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar

Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk

 

لو كنت تعلم ما أقول عذرتنيأو كنت أعلم ما تقول عذلتكا

لكن جهلت مقالتي فعذلتنيوعلمت أنك جاهل فعذرتكا

Seandainya kamu faham ucapanku niscaya kamu akan memaafkanku

Atau aku mengetahui ucapanmu maka aku mengkritikmu

Tetapi engkau tidak faham ucapanku sehingga mencelaku

Dan aku tahu bahwa kamu tidak faham maka aku memaafkanmu

 

علي نحت القفافي من معادنها

و ما علي إن لم تفهم البقر

Tugasku adalah mengukir bait-bait syair dari sumbernya

Dan bukanlah tugasku jika sapi itu tidak paham

 

Dusta ::

سبحان الله هذا بهتان عظيم

“Maha Suci Allah, Ini sungguh adalah suatu kedustaan yang besar.”

 

فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان

Di sisi kalian dusta itu sangat murah harganya

Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya

 

Jika tidak mengerti (bingung) / tidak kompeten ::

وإذا لم تر الهلال فسلملأناس رأوه بالأبصار

Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah

Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala

 

تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ

Janganlah engkau menyelam ke suatu pembicaraan

yang engkau tidak berhak mendengarkannya

 

تكاثرت الظياء على خراشفما يدري خراش ما يصيد

Kijang itu begitu banyak di hadapan Khirasy (sebangsa serigala)

Sehingga dia tidak tahu mana yang harus diburu terlebih dahulu

 

ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود

Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui

Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui

 

لكل مقال مقام و لكل مقام مقال

Setiap ucapan ada tempatnya, dan setiap tempat ada ucapannya tersendiri

 

Tidak Sejalan ::

سارت مشرقة وسرت مغربا

شتان بين مشرق ومغرب

Dia berjalan ke timur dan aku berjalan ke barat

Aduhai alangkah jauhnya timur dan barat

 

رَاحَت مُشَرِّقَة وَرُحتُ مُغَرِّبًا فَمَتَى لِقَاءُ مُشَرِّقٍ وَمُغَرِّبِ

Dia berjalan ke arah timur dan aku berjalan ke arah barat

Kapankah akan bertemu yang ke timur dengan yang ke barat ?!

 

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلا بِلَيْلَى وَلَيْلى لا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ

Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila

Namun Laila memungkiri semua pengaku-akuan itu

 

لاَ يَحْمُدُ السَّيْفُ كُلَّ مَنْ حَمَلَهُ

Pedang itu tidak memuji setiap orang yang membawanya

 

فحسبكم هذا التفاوت بينن

وكل إناء بما فيه ينضح

Cukuplah bagi kalian perbedaan diantara kita

Dan setiap bejana memercikkan isinya

 

Menolak Kebenaran ::

وعين الرضا عن كل عيب كليلة

كما أن عين السخط تبدي المساويا

Pandangan simpati menutup segala cela

Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat

 

وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا

Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya

Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya

 

إِن ُ كنتَ َ لا تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبٌَة

وَإِن ُ كنتَ تَدرِي َفاُلمصِيبَُة َأع َ ظمُ

Jika engkau tidak tahu maka ini musibah

Dan apabila engkau tahu maka musibahnya lebih parah

 

كم من كتاب قد تـصفحته وقلت في نفسي لقد صححته

ثم إذا طـالعته ثــانيــا رأيت تـصحيـفا فأصلحته

Betapa banyak buku yang telah kubaca

Kukatakan di dalam hati, semuanya kubenarkan

Kemudian tatkala kutelaah untuk kali kedua

Kutemui kesalahan maka kubenahi (agar benar)

 

Mencela Ulama Ahlus Sunnah ::

واعلم رحمك الله أن لحوم العلماء مسمومة

“Ketahuilah semoga engkau dirahmati Alloh, bahwa daging para ulama itu beracun”

[Imam Ibnu Asakir dalam Tabyin Kadzibil Muftari. Melalui perantaraan al-Aqwaal hal. 2]

 

احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق

Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka

Sebab petaka itu bergantung pada ucapan

 

Tempuhlah Jalan Keselamatan ::

ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها

إن السفينة لا تجري على اليبس

Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya

Sungguh bahtera tak kan pernah berlayar di daratan

 

والحق منصور وممتحن

فلا تعجب فهذي سنة الرحمن

Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian,

maka janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah)

 

Tergesa-gesa ::

من استعجل الشَّيء قبل أوانه عوقب بحرمانه

“Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya,

niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”

 

Jangan Ikuti Hawa Nafsu ::

والنفس كالطفل إن تهمله شب على *** حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم

Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil, bila kau manjakan maka sampai besar

ia akan terus senang menyusu dan bila kau hentikan maka akan berhenti

 

Disalin dari berbagai sumber: (http://www.islam-download.net, abusalma.wordpress.com, dll)

About these ads

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: