Arsip untuk Juni, 2008|Halaman arsip bulanan
Hadits ke-6 Kitab Arba’in an-Nawawiyah, Dalil yang Halal dan yang Haram Telah Jelas
Dari Abu ‘Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, - ….Selanjutnya>
Hadits ke-2 Kitab Arba’in an-Nawawiyah, Tentang Iman, Islam dan Ihsan
Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anh, dia berkata: “Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata,” - …Selanjutnya>
Bermadzhab, Salah Paham dan Jawabannya (3)
Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Sebagian dari tulisan yang ada dalam buku itu penuh dengan hal-hal yang menunjukkan kebingungannya, penyimpangannya dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menjadikan akalnya sebagai hakim dalam mengesahkan atau mendha’ifkan hadits. Ia tidak mau berpegang pada dasar-dasar ilmu hadits atau para ahli dan mereka yang tahu seluk beluk hadits. Bahkan hal yang sangat aneh dilakukannya ialah menshahihkan hadits yang jelas-jelas dha’if.
- …Selanjutnya>
Bermadzhab, Salah Paham dan Jawabannya (2)
Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
BAGAIMANA PERBEDAAN DAN PERSELISIHAN PENDAPAT DIKALANGAN PARA SAHABAT, PARA IMAM, DAN ULAMA. ADAKAH TERJADI PERBEDAAN FAHAM DIKALANGAN MEREKA?
Kedua : Sebagian lain berkata, jika perselisihan dan perbedaan pendapat dalam agama dilarang, lalu bagaimana pendapat Anda terhadap perbedaan dan perselisihan pendapat di kalangan para sahabat, para imam, dan ulama-ulama sesudahnya? Adakah perbedaan antara perselisihan dan perbedaan faham yang terjadi di kalangan mereka dan di kalangan ulama-ulama mutaakhir?
- …Selanjutnya>
Bermadzhab, Salah Paham Dan Jawabannya (1)
Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Sepuluh tahun setelah saya menulis pendahuluan edisi pertama (buku Sifat Shalat Nabi,-peny), saya melihat adanya dampak yang baik pada kalangan pemuda pemuda beriman karena mereka mendapatkan petunjuk tentang kewajiban kembali kepada sumber-sumber Islam yang murni dalam urusan agama dan ibadah mereka. Sumber-sumber itu ialah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- …Selanjutnya>
Bersihnya Hati Dan Mulut Mereka Terhadap Para Sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bersihnya hati dan mulut mereka terhadap para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana hal ini telah digambarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika mengkisahkan Muhajirin dan Anshar dan pujian-pujian terhadap mereka. “Artinya : Dan orang-orang yang datang sesudah mereka mengatakan : Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-suadara kami yang telah mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang yang beriman : Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“. [Al-Hasyr : 10].
- …Selanjutnya>
Berdalil Selalu Mengikuti Apa-Apa Yang Datang Dari Kitab Allah Dan Sunnah Rasulullah
Oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikuti apa-apa yang datang dari Kitab Allah dan atau Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun bathin dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat dari kaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dan khususnya mengikuti Al-Khulafaur-rasyidin sebagaimana wasiat Rasulullah dalam sabdanya. “Artinya : Berepegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah khulafaur-rasyidiin yang mendapat petunjuk“. Dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mendahulukan perkataan siapapun terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah.
- …Selanjutnya>
Tafsir Basmallah
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Firman Allah Bismillahirrahmaanirrahiim “Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”. Kita katakan (dalam kaidah bahasa Arab) bahwa jar majrur harus memiliki kaitan dengan kata yang tersembunyi setelahnya, karena keduanya adalah ma’mul. Sedang setiap ma’mul harus memiliki ‘amil.
- …Selanjutnya>
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar